Perkembangan Teknologi Ekonomi - Perpusatakaan Harus Menyesuaikan Dengan Kemajuan Teknologi Informasi


Google Image - Perkembangan Teknologi Ekonomi


Perkembangan Teknologi Ekonomi - Badan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan menebak ada 18,2 juta pemudik yang bakal kembali ke dusun halaman. Dari jumlah ini, diduga sebanyak 4,3 juta orang akan memakai moda transportasi kendaraan pribadi.


Tol Trans-Jawa jelas akan jadi sasaran pemudik lagipula tiga provinsi di Jawa adalahtujuan mudik terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan dari pengamat transportasi Universitas Katholik Soegijapranata, Djoko Setijowarno daerah-daerah yang dilewati tol butuh menyiapkan kemudahan area tidur yang diperuntukkan untuk pengemudi yang merasa lelah.


"Badan usaha jalan tol harus aktif mengedukasi masyarakat dan pemudik guna beristirahat di luar jalan tol atau di wilayah yang dilewati jalan tol," kata Djoko laksana dikutip dari rilis sah yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (28/4).

Dia menambahkan butuh ada sistem yang menyokong hal ini. Pengelola jalan tol usahakan tidak mengenakan tarif untuk pemudik yang keluar-masuk pintu tol guna beristirahat di wilayah tersebut.

Strategi ini dirasa bisa mendorong pemudik guna memanfaatkan wilayah yang dilewati tol sebagai lokasi beristirahat dan menghindari kecelakaan sebab kelelahan dan macet di dekat rest area.


"Gerbang Tol Salatiga bisa menjadi misal karena area guna istirahat pemudik dekat dengan pintu tol. Dia menyarankan, area guna istirahat untuk pemakai jalan tol usahakan berjarak 200-300 meter dari pintu tol," katanya.

Penggunaan rest lokasi pun butuh ada batasan waktu. Djoko menuturkan Ditjenhubdat perlu meluangkan instrumen untuk menulis waktu masuk dan terbit rest area sampai-sampai kendaraan yang melebihi batas waktu bakal dikenakan tarif tinggi.

Kegiatan mudik pun dapat menghidupkan roda perekonomian daerah-daerah yang dilewati tol. Diperkirakan total duit yang akan mengalir ke tempat tujuan mudik sebesar Rp10,3 triliun.

"Potensi melakukan pembelian barang ini harus dimanfaatkan oleh daerah-daerah yang dilewati Tol Trans-Jawa, salah satunya dengan menyiapkan kemudahan area tidur di kota atau kabupaten tersebut," imbuhnyaBadan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan menebak ada 18,2 juta pemudik yang bakal kembali ke dusun halaman. Dari jumlah ini, diduga sebanyak 4,3 juta orang akan memakai moda transportasi kendaraan pribadi.

Tol Trans-Jawa jelas akan jadi sasaran pemudik lagipula tiga provinsi di Jawa adalahtujuan mudik terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan dari pengamat transportasi Universitas Katholik Soegijapranata, Djoko Setijowarno daerah-daerah yang dilewati tol butuh menyiapkan kemudahan area tidur yang diperuntukkan untuk pengemudi yang merasa lelah.

"Badan usaha jalan tol harus aktif mengedukasi masyarakat dan pemudik guna beristirahat di luar jalan tol atau di wilayah yang dilewati jalan tol," kata Djoko laksana dikutip dari rilis sah yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (28/4).

Dia menambahkan butuh ada sistem yang menyokong hal ini. Pengelola jalan tol usahakan tidak mengenakan tarif untuk pemudik yang keluar-masuk pintu tol guna beristirahat di wilayah tersebut.

Strategi ini dirasa bisa mendorong pemudik guna memanfaatkan wilayah yang dilewati tol sebagai lokasi beristirahat dan menghindari kecelakaan sebab kelelahan dan macet di dekat rest area.

"Gerbang Tol Salatiga bisa menjadi misal karena area guna istirahat pemudik dekat dengan pintu tol. Dia menyarankan, area guna istirahat untuk pemakai jalan tol usahakan berjarak 200-300 meter dari pintu tol," katanya.

Penggunaan rest lokasi pun butuh ada batasan waktu. Djoko menuturkan Ditjenhubdat perlu meluangkan instrumen untuk menulis waktu masuk dan terbit rest area sampai-sampai kendaraan yang melebihi batas waktu bakal dikenakan tarif tinggi.

Kegiatan mudik pun dapat menghidupkan roda perekonomian daerah-daerah yang dilewati tol. Diperkirakan total duit yang akan mengalir ke tempat tujuan mudik sebesar Rp10,3 triliun.

"Potensi melakukan pembelian barang ini harus dimanfaatkan oleh daerah-daerah yang dilewati Tol Trans-Jawa, salah satunya dengan menyiapkan kemudahan area tidur di kota atau kabupaten tersebut," imbuhnya