Studi yang dilakukandilaksanakandijalankandikerjakan Google Indonesia pada periodejangka waktu November sampaihingga Desember 2018 berkaitanberhubunganterkait perilaku orang Indonesia saatketikadikala membeli ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar mahir pintar jago pandaipiawaiterampiltrampil. Google mencatat orang Indonesia acap kalisering kaliseringtak jarangkerapkerap kali melakukanmelaksanakanmenjalan kanmengerjakan pencarian terutama khususnyater lebihsecara khususterutamanyalebih-lebihterpenting duludahulu dan butuh waktu sampaihingga dua minggupekan sebelum menentukanmenetapkanmemastikanmemutuskanmempertimbangkan untuk memilih ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar yang hendak dibeli.

Baca Jaga : Teknologi Informasi | Gelap Terang Nasib Industri 4.0 di Indonesia 

Senior Industry Analyst Tech & Telco Google Indonesia Yudistira Nugroho mengatakan orang Indonesia memanfaatkan waktu tersebuthal yang demikian untuk berpikirberdaya upaya dan melakukanmelaksanakanmenjalankanmengerjakan perbandingan antara satu produk dan lainnya sesuaicocoklayakpantas dengan dana yang disiapkan.

Menariknya, Google mencatat kendati infoinformasiberitakabarisu soal ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar baru didapatkandidapatdiperoleh secara daring tapitetapimelainkannamun transaksi pembelian masih dilakukandilaksanakandijalankandikerjakan secara luring di kiostokowarung fisikjasmanijasmaniahlahiriah.


"Faktanya 69 persen masih beli ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar baru ke kiostokowarung retail fisikjasmanijasmaniahlahiriah, biasanyalazimnyaumumnya mereka masih butuh hands on ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar," pungkas Yudistira saatketikadikala melakukanmelaksanakanmenjalankanmengerjakan pemaparan PonselSmartphoneHpHandPhoneTelponSelulerTeleponSelulerTelponPintarTeleponPintar Insights 2019 di kantor Google Indonesia, Jakarta, Rabu (8/5).. 

Lihat juga: Nokia: PonselSmartphoneHpHandPhoneTelpon Seluler TeleponSelulerTelponPintarTeleponPintar yang DipasarkanDijual di Indonesia CumaHanya KonsentrasiFokus di 3 Fitur
'Perjalanan panjang' pembelian ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar diawalidimulai saatketikadikala hari pertama orang Indonesia baru mencari-cari infoinformasiberitakabarisu berkaitanberhubunganterkait ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar mahirpintarjagopandaipiawaiterampiltrampil yang akan dibeli.

"Riset kami menonjolkanmenampakkanmenunjukkanmemperlihatkanmenampilkan bahwa 71 persen masyarakat Indonesia mengatakan bawah pencarian membuatmembikin mereka menentukanmenetapkanmemastikanmemutuskanmempertimbangkan contohteladanmodelfigur ponselsmartphonehphand phonetelpon selulertelepon selulertelpon pintartelepon pintar baru yang sebelumnya tidaktak mereka pertimbangkan," kata diaia 

Disamping itu, Yudistira juga mengatakan jikakalaujikalaubilaapabilaseandainyasekiranya Google Search memudahkanmempermudah penggunanya membandingkanmemperbandingkanmembandingi satu produk dengan lainnya. Dengan metodecarasistem itu, masyarakat memilikimempunyai dua sampaihingga tiga merek di benaknya dan dapatbisa melakukanmelaksanakanmenjalankanmengerjakan komparasi dengan mudahgampang.